Kamis, 21 April 2016

Rossi Masih Kesal Jatuh di MotoGP Austin

Valentino Rossi saat berada di kokpit (GETTY IMAGES / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)
Valentino Rossi masih kesal atas kegagalannya meraih poin di MotoGP Austin, Texas, Amerika Selatan, 10 April silam. Pada balapan tersebut, Rossi gagal meraih poin karena terjatuh di lap ketiga.

Kegagalan di Austin membuat pembalap Movistar Yamaha itu tertinggal 33 poin dari Marc Marquez yang berada di puncak klasemen. Saat ini,  Rossi berada di posisi ketiga dengan mengemas 33 poin.

"Saya tidak beruntung saat balapan di Austin. Padahal saya mempunyai catatan yang baik saat sesi latihan bebas dan kualifikasi. Motor dan ban Michelins juga bagus. Tapi sayangnya, Austin selalu menjadi lintasan yang sulit untuk saya," katanya, dikutip dari situs resmi MotoGP.

Tak mau berlarut dengan kegagalannya, Rossi coba mengilangkan insiden yang menimpanya di Austin. Dia menatap balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan ini.

"Sekarang saya senang sudah ada di Eropa. Jujur saja, saya sangat menyukai trek di Jerez," ujar pembalap berusia 37 tahun tersebut.

Rossi sudah enam tahun terakhir tak juara di Sirkuit Jerez. Namun demikian, rider asal Italia itu sudah lima kali naik podium pertama di Sirkuit Jerez pada kelas MotoGP, yakni 2009, 2007, 2005, 2003, dan 2002.

Mantan pembalap Ducati itu sudah siap balapan di Sirkuit Jerez. "Kami harus bekerja dengan baik, seperti pada seri pertama. Kami juga harus bisa mencari setingan terbaik pada ban agar bisa naik podium," kata Rossi.

Jumat, 15 April 2016

Lorenzo Gabung, Dovizioso Pede Dipertahankan Ducati

Andrea Dovizioso harus kecewa kehilangan kesempatan untuk podium (GETTY IMAGES / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, mengklaim akan dipertahankan timnya dengan perpanjangan kontrak hingga musim depan. Dovizioso menyatakan ini di tengah meningkatnya kemungkinan Ducati akan memikat juara dunia Jorge Lorenzo

Pengumuman Lorenzo akan pindah dari Yamaha ke Ducati tahun depan diharapkan sudah dilakukan sebelum balapan di Jerez akhir pekan depan.

Rencana kepindahan Lorenzo membuat Dovizioso dan rekannya Andrea Iannone terpaksa saling bersaing untuk mengisi posisi di tim. Dan, salah satunya terpaksa harus memberikan jalan bagi juara dunia tiga kali.

"Jika mereka memilih saya, itu karena mereka setuju dengan alasan saya, dan metode kerja saya," kata Dovizioso kepada La Gazzetta della Sport.

Namun,  Dovizioso tak merasa khawatir jika timnya membuat keputusan berbeda. Ia akan tetap bersikap tenang Jika Ducati tak memilihnya.

"Yang pasti mereka tahu aku seorang profesional dan saya tidak keluar dari pikiran saya, dan mereka membayangkan apa yang bisa saya berikan," tambahnya.

Dovizioso bergabung dengan Ducati di musim 2013. Itu bertepatan dengan hengkangnya Valentino Rossi dari Ducati dan kembali ke Yamaha Factory Racing.

Mulai Tertinggal dari Marquez, Lorenzo Peringatkan Yamaha

Jorge Lorenzo dibayangi Marc Marquez di seri terakhir MotoGP 2015 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, (8/11/2015). Jorge Lorenzo memastikan gelar juara dunia 2015 di sini. (AFP Photo/Jose Jordan)

Rider Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, meminta timnya menunjukkan ambisi mempertahankan gelar juara dunia MotoGP. Lorenzo mengakui, Yamaha perlu memperbaiki sejumlah elemen bila tidak ingin semakin ketinggalan dari Repsol Honda. 

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, memimpin klasemen sementara kejuaraan dunai MotoGP 2016 dengan koleksi 66 poin. Lorenzo berada di peringkat kedua dengan 45 poin atau tertinggal  21 poin dari Marquez.

Lorenzo mampu memenangi balapan pembuka tahun ini di MotoGP Qatar, tapi gagal finis di MotoGP Argentina. Namun, Lorenzo mampu menaiki podium kedua kala balapan MotoGP Austin, Amerika Serikat akhir pekan lalu. 

"Semua tergantung pada ambisi Yamaha memperbaiki performa. Yamaha mesti memperlihatkan gairah dan ambisi sepanjang musim untuk tampil seperti Honda," ujar Lorenzo, seperti dilansir Marca. 

"Bila Yamaha bisa memperbaiki perangkat elektronik dan menghilangkan sejumlah kelemahan yang mash ada, kami pasti dapat mengejar ketertinggalan poin saat balapan di Eropa," kata pembalap berjuluk X-Fuera ini. 

Balapan berikutnya akan digelar di Spanyol, tepatnya MotoGP Jerez pada 22-24 April 2016. Lorenzo berharap adaptasi dengan ban Michelin dan perangkat elektronik berjalan lebih baik sehingga motornya dapat maksimal memenangi MotoGP Jerez. 

"Kami bisa mempersulit rival bila performa terus diperbaiki. Honda buruk ketika pramusim dan pada balapan perdana, tapi perlahan mulai meningkat hingga sekarang. Saya berharap kami tidak hanya diam karena perlu perbaikan pada motor," paparnya.

Sumber:http://bola.liputan6.com/read/2482936/mulai-tertinggal-dari-marquez-lorenzo-peringatkan-yamaha

Selasa, 12 April 2016

Gagal Finis di COTA, Rossi: Ini Memalukan!

Gagal Finis di COTA Rossi Ini Memalukan

TEXAS - Kegagalan Valentino Rossi menyentuh finis dalam Grand Prix Amerika Serikat membuat pembalap Movistar Yamaha merasa malu. Masalah kopling yang membuatnya tegelincir di lap ketiga membuatnya jadi tertinggal 33 poin dari Marc Marquez di klasemen pembalap sementara.

Rossi yang merasa yakin sudah menyetel Yamaha YZR-M1 dengan baik sebelum balapan, ketiban sial saat bersaing di Circuit of the Americas, Senin dini hari kemarin. Saat memasuki tikungan kedua lap ketiga, ia tergelincir dan akhirnya urung melanjutkan balapan yang akhirnya dimenangi Marquez.

The Doctor mengaku, masalah pada kopling jadi penyebab dirinya tergelincir. Ia pun merasa malu sebab masalah tersebut sudah ia rasakan sejak Grand Prix Argentina namun gagal diperbaiki.

Ini memalukan sebab di awal balapan saya terganggu kopling dan tergelincir. Saya harus melambat dan coba mengaturnya sehingga sempat kehilangan beberapa posisi. Namun di saat bersamaan, saya sudah merasa baik dengan motor dan sudah bekerja maksimal sepanjang akhir pekan kemarin," ucap Rossi dikutip MCN, Selasa (12/4/2016).

"Saya merasa kopling sudah membaik, tapi saat memasuki tikungan kedua saya merasa motor jadi lebih cepat dan hasilnya demikian. Ini sangat memalukan. Sebab kami kehilangan beberapa poin dalam kejuaraan. Padahal bisa membuat balapan yang positif. Tapi sisi positifnya adalah kami cukup kuat dan sangat cepat sehingga siap untuk balapan berikutnya di Jerez," pungkasnya.

Hasil ini membuat Rossi tertahan di posisi tiga dengan poin 33. Ia tertinggal 12 angka dari rekannya Jorge Lorenzo dan 33 poin dari Marquez yang nyaman di puncak klasemen berkat kemenangan keempatnya di COTA.


Duta Sirkuit COTA Puji Marc Marquez Setinggi Langit

Duta Sirkuit COTA Puji Marc Marquez Setinggi Langit

TEXAS - Mantan juara dunia MotoGP di era 500cc, Kevin Schwantz yang juga Duta Sirkuit COTA menyebut Marc Marquez sebagai pembalap fantastis. Marquez berhasil mempertahankan gelar untuk kali keempat secara beruntun di GP Amerika Serikat. 

Tak hanya menyoroti penampilan Marquez yang memenangkan GP Amerika Serikat dalam empat musim beruntun. Schwantz juga merujuk pada kesuksesan The Baby Alienmemenangkan gelar juara ke-26 sejak kali pertama tampil di MotoGP pada 2013.

"Marc adalah pembalap yang fantastis. Dia memenangkan 26 gelar juara race di usianya yang baru 23 tahun," kata Schwantz, dikutip Motorsport.Untuk musim ini, Marquez telah memenangkan dua gelar juara race dari tiga kali balapan, setelah sebelumnya dia memenangkan balapan di GP Argentina. Marquez gagal memenangkan balapan perdana di GP Qatar, namun dia berhasil naik ke podium ketiga di Sirkuit Losail. 

Saat ini Marquez memimpin klasemen sementara pembalap MotoGP dengan 66 poin. Pesaing terdekat Marquez adalah Jorge Lorenzo dengan koleksi 45 poin.

Sumber : http://sports.sindonews.com/read/1100210/49/duta-sirkuit-cota-puji-marc-marquez-setinggi-langit-1460391299

Senin, 11 April 2016

"The King of Austin" Marquez Masih Menjadi Raja di Austin Texas America


Marc Marquez meraih kemenangan keempatnya secara beruntun di MotoGP Austin setelah dia mendominasi balapan dari awal sampai akhir. Jorge Lorenzo finis kedua pada race ini.


Di Sirkuit Austin, Amerika Serikat, Senin (11/4/2016) dinihari WIB,Marquez sempat kehilangan posisi terdepan yang dia punya sebagai pemilik pole position di awal balapan. Namun dia berhasil merebutnya lagi setelah tikungan pertama. 

Sejak saat itu sampai akhirnya menyentuh garis finis Marquez sama sekali tak terkejar lawan-lawannya. Pebalap Honda asal Spanyol itupun meraih kemenangan keduanya musim ini, setelah dua pekan lalu berjaya di MotoGP Argentina. 

Kemenangan di MotoGP Austin semakin menegaskan dominasi Marquez di sana karena ini adalah kali keempat secara beruntun dia naik podium teratas. Rekor Marquez di Austin dan seluruh seri MotoGP yang digelar di tanah Amerika Serikat masih 100% kemenangan. 

Finis kedua pada balapan ini adalah Jorge Lorenzo. Setelah crash di seri sebelumnya, Lorenzo gagal memberi perlawanan pada Marquez dan kalah jauh catatan waktunya di seri ini.

Meraih podium terakhir adalah rider Ducati, Andrea Iannone. Ini menjadi podium pertama Iannone setelah yang terakhir dia dapat di Australia tahun lalu sekaligius jawaban atas kritik yang banyak dia terima akibat kejadian di Argentina. 

Beberapa pebalap papan atas bernasib nahas di seri ini. Valetino Rossi jatuh saat balapan baru berjalan dua lap, pun begitu dengan Dani Pedrosa. Kemalangan terbesar mendatangi Andrea Dovizioso karena dia kembali gagal finis karena ditabrak pebalap lain. Kali ini Dovi dijatuhkan Pedrosa pada lap keenam.

Hasil balapan ini mengokohkan posisi Marquez di puncak klasemen pebalap dengan poin 66 dari tiga balapan yang sudah dijalani. Lorenzo naik ke posisi dua dengan poin 45 dikumpulkan, dia melewati Rossi dan Pedrosa yang sama-sama gagal menambah poin di seri ini.

Sabtu, 09 April 2016

MotoGP Austin 2016: Kandang Kedua Marquez

Prediksi MotoGP Austin 2016: Kandang Kedua Marquez
Setelah memenangi MotoGP Argentina yang penuh kontroversi akhir pekan lalu, pebalap Repsol Honda, Marc Marquez pun terlecut untuk mempertahankan momentum di MotoGP Austin, Texas yang digelar di Circuit of The Americas (COTA) akhir pekan ini.

RC213V boleh saja masih diragukan konsistensinya, mengingat setiap lintasan akan membuat setiap motor bereaksi berbeda pula akibat ban baru Michelin dan perangkat elektronik (ECU) terbaru. Meski begitu, hal ini tak akan menyulutkan Marquez tampil baik di COTA.

Sejak bergabung dalam kalender balap MotoGP 2013, Marquez langsung perkasa di sirkuit ini. Pada musim debutnya tersebut, pebalap Spanyol ini langsung meraih kemenangan, begitu pula pada tahun 2014 dan 2015. Dominasinya inilah yang membuat COTA disebut-sebut sebagai rumah kedua Marquez.

Statistik gemilang di COTA, ditambah kejayaannya di Argentina akhir pekan lalu sudah pasti akan menjadi modal Marquez untuk kembali menapaki puncak podium hari Minggu (10/4)  nanti. Meski begitu, ia harus waspada pada tenaga besar Desmo16 GP milik Ducati.

Kuda-Kuda Ducati
Besarnya tenaga kuda Desmo16 GP milik Ducati terbukti mampu membantu Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone tampil beringas di Qatar dan Argentina, meski berbagai nasib buruk menaungi pabrikan Italia itu. Layout COTA yang bersifat flowing dan hanya punya enam titik pengereman yang dalam, diprediksi akan bersahabat dengan Ducati.

Hal ini sudah dibuktikan oleh Dovizioso di dua tahun terakhir, di mana ia sukses finis ketiga pada musim 2014 dan finis kedua musim lalu. Dengan Desmo16 GP yang pengembangannya sudah jauh lebih maju, ia dan Iannone pun bisa menjadi ancaman terbesar bagi Marquez dan Honda.

Meraih hasil baik juga akan menjadi target utama Dovizioso dan Iannone, yang secara kontroversial bersenggolan di tikungan terakhir Argentina akhir pekan lalu, di mana Iannone gagal finis, dan Dovizioso harus mendorong motornya demi finis ke-13.

Dovizioso sendiri mengaku sangat jengkel harus kehilangan peringkat kedua pada klasemen pebalap akibat insiden ini, sementara Iannone yang dua kali gagal finis secara beruntun musim ini, merasa sangat bersalah dan akan berupaya keras membayarnya akhir pekan ini.

Kapan Giliran Yamaha?
Menjelang MotoGP Austin akhir pekan ini, baik Jorge Lorenzo maupun Valentino Rossi sama-sama mengaku COTA tak bersahabat dengan gaya balap mereka, begitu juga dengan karakter YZR-M1. Tak sekadar kata-kata, hal ini terbukti dari hasil mereka yang belum pernah memenangi balapan di lintasan tersebut.

Prestasi terbaik Yamaha di COTA hanyalah finis ketiga, melalui Lorenzo pada musim 2013 dan Rossi pada 2015. Meski begitu, dengan YZR-M1 yang dianggap sebagai motor terkuat dan terkomplet seantero MotoGP dalam dua tahun terakhir, Yamaha akan berusaha mendapat giliran unjuk gigi akhir pekan ini.

Selain motivasi teknis, baik Lorenzo maupun Rossi punya motivasi pribadi sendiri-sendiri. Lorenzo yang sukses menang di Qatar, justru gagal finis di Argentina. Sebagai sang juara dunia bertahan, pebalap Spanyol ini jelas ingin kembali bangkit. Statistiknya yang tak gemilang di COTA pun akan menjadi pelecut baginya untuk merebut kemenangan.

Rossi yang mendominasi klasemen pebalap sepanjang musim lalu, juga bertekad tampil baik di COTA. Setelah gagal podium di Qatar, dan hanya merasa 'beruntung' finis kedua di Argentina pasca insiden Iannone vs Dovizioso, The Doctor pun punya tugas besar untuk membuktikan potensi sesungguhnya sebagai penghuni podium musim ini.

Dendam Vinales
Pebalap Suzuki Ecstar, Maverick Vinales kedapatan dan mengaku menangis pasca gagal finis di Argentina akhir pekan lalu, yakni gagal finis keduanya musim ini setelah Qatar. Gagal membawa pulang poin, Vinales tentu sangat kecewa, apalagi kini dirinya menjadi sorotan dunia sebagai kandidat pengganti Lorenzo di Yamaha.

Sejak uji coba pramusim, Vinales secara tak langsung dipandang sebagai pebalap nomor satu Suzuki saat ini. Beban menjadi pebalap terbaik pabrikan asal Hamamatsu, Jepang itu pun diemban oleh Top Gun, dan dirinya merasa wajib meraih hasil baik di atas GSX-RR yang masih berusia dua tahun.

Dengan kecepatan dan ritme balap yang menjanjikan di Argentina, Vinales nyaris saja finis kedua dan naik podium sebelum terjatuh saat balapan menyisakan empat lap. Dari sudut pandang teknis, performa inilah yang akan dibawa Vinales menuju COTA, di mana ia terbukti mampu tampil baik di tiga tahun terakhir.

Di kelas Moto3 2013, Vinales sukses finis kedua di belakang Alex Rins, dan meraih kemenangan pada tahun 2014 saat menjalani musim debutnya di Moto2. Tahun lalu pun, ia sukses finis di posisi 10 besar. Kegagalan Qatar dan Argentina, serta statistik gemilang, akan menjadi pelecut utama Vinales dalam membidik podium akhir pekan ini.

Sumber :
http://www.bola.net/otomotif/prediksi-motogp-austin-2016-kandang-kedua-marquez-61f794-3.html