Sabtu, 23 April 2016

Demi Rossi, Yamaha Rela Depak Lorenzo


Kehadiran Jorge Lorenzo di Yamaha pada 2008 ibarat duri dalam daging. Munculnya X Fuera, julukan Lorenzo, seakan mengganggu kehebatan Valentino Rossi yang sudah bercokol di tim garpu tala sejak 2004.

Lorenzo memang langsung fantastis ketika lakukan debut MotoGP. Lorenzo sabet tiga kali pole pada tiga seri awal di Qatar, Spanyol dan Portugal. Dia meraih kemenangan pertama di Sirkuit Estoril Portugal dan didaulat menjadi pembalap termuda yang bisa meraih kemenangan di 2008 itu.

Tak pelak, hubungan Rossi dan Lorenzo pun memanas. Rossi yang sudah terbiasa menjadi yang tercepat seolah terusik oleh kehadiran bocah asal Mallorca yang ganggu dominasinya.

Puncaknya terjadi di 2010. Garasi antara Lorenzo dan Rossi harus dibatasi tembok. Dua pembalap ini saling menutup strategi mereka termasuk dengan setelan motor yang dikerjakan oleh mekanik kedua pembalap. Jorge Lorenzo keluar sebagai juara di musim ini sekaligus menjadi gelar pertamanya di MotoGP.

Pada akhir 2010, Rossi memutuskan untuk akhiri kerjasama dengan Yamaha.Dia memilih untuk hengkang ke Ducati Corse. Sayang, mesti gabung dengan tim pabrikan asal Italia, Rossi malah melempem.

Dua musim di Ducati, Rossi hanya mampu rebut dua podium. Dia juga sempat mengalami kecelakaan hebat di 2011 yang membuatnya absen beberapa musim.

"Saya minta maaf karena kolaborasi dua Italia ini tak berjalan sesuai harapan," ujarnya saat putuskan tinggalkan Ducati dan kembali ke Yamaha.

The Doctor akhirnya kembali ke Yamaha pada 2013. Kali ini, pertemuan Rossi dengan Lorenzo berjalan relatif lebih adem.

Tak ada lagi dinding antara keduanya. Rossi dan Lorenzo pun saling legowo saat mengetahui ada yang lebih hebat di balapan. Kebetulan, musim 2013 dan 2014,Yamaha paceklik gelar. Di dua musim ini, Honda sedang berkuasa lewat Marc Marquez.

Pembalap asal Katalunya itu seakan menjadi jelmaan yang pas untuk gantikan Casey Stoner yang putuskan untuk pensiun di 2012.

Tak ada riak-riak dalam hubungan Rossi dan Lorenzo. Keduanya saling mendukung apapun hasil yang mereka dapatkan ketika berada di lintasan.

Namun semuanya berubah di MotoGP 2015. Saat Rossi merasa gelar ke-10 hampir di tangan, tiba-tiba semua sirna di seri-seri terakhir MotoGP 2015.

Dipucaki oleh insiden di MotoGP Malaysia dimana Rossi diduga jatuhkan Marc Marquez. The Doctor mendapatkan sanksi 3 penalti poin yang membuatnya harus start dari posisi paling belakang. Rossi pun kehilangan gelar dan berselisih 5 poin dari Lorenzo.

Rossi pun menuding ada konspirasi antar pembalap Spanyol untuk menggagalkan dirinya jadi juara. Secara khusus, Rossi menuding Marquez sebagai biang kerok dari kegagalannya.

Marquez disebutnya sudah jadi bodyguard untuk Lorenzo. "Saya tak mengerti mengapa pembalap Honda membiarkan pembalap Yamaha menang. Suatu saat strategi ini bakal merugikan mereka," kata Rossi, ketus saat itu.

Permusuhan Baru
Memasuki musim MotoGP 2016, publik langsung bertanya-tanya bagaimana hubungan Rossi dan Lorenzo? Secercah harapan mencuat saat keduanya saling bersalaman di peluncuran motor anyar Yamaha R1 di Barcelona Januari lalu.

Meski demikian, Rossi tetaplah Rossi. Dia masih tak mau memaafkan Marquez. 

"Saya tidak setuju dengan mereka yang mengatakan, sikap Marquez melawan terjadi setelah saya jumpa pers di Sepang (Malaysia). Dia memang telah melakukan segalanya untuk menggagalkan saya. Sikap saya tak berubah," ujar Rossi di Crash.

Saat menjalani tes pramusim di Sirkuit Sepang Malaysia pada 1-3 Februari, hubungan Rossi dan Lorenzo juga masih tetap kondusif. Namun hubungan keduanya memanas jelang kualifikasi MotoGP Qatar pada Satu (19/3/2016) lalu.

Itu setelah Lorenzo dituduh Rossi sudah memperlambat lajunya di sesi latihan bebas empat (FP4) di Sirkuit Losail Qatar."Saya berharap Lorenzo minta maaf, tapi yang terjadi dia malah melihat saya seakan bilang,"Apa yang kamu inginkan?" tutur Rossi.

Hubungan keduanya tambah panas saat Rossi ternyata sudah teken kontrak baru hingga 2018. Sedangkan Lorenzo belum teken kontrak. Ini memunculkan spekulasi jika Yamaha anakemaskan Rossi.

Belakangan, Yamaha membantah tudingan itu. Yamaha menegaskan jika pihaknya sama-sama menawarkan kontrak baru kepada Rossi dan Lorenzo. Hanya saja Lorenzo masih memikirkan tawaran dari Yamaha dan konsultasi dengan manajernya.

Yamaha terang-terangan mengakui jika Lorenzo masih galau karena tertarik gabung dengan Ducati. Tak aneh, nama pembalap Suzuki Maverick Vinales pun masuk radar sebagai pengganti Lorenzo.

Benarkah ini menjadi musim terakhir bagi Lorenzo di Yamaha? Apakah Yamaha berani melakukan ini demi menjaga suasana hati Rossi?

"Kami menyadari bahwa jika Jorge pergi, kami harus mendapat pengganti, meski level kinerjanya tidak akan langsung cocok dengan kami. Kami harus punya rencana B dan rencana C. Jadi, kami memiliki beberapa ide dalam pikiran kami," kata Jarvis.

Kata Rossi Bila Marquez Gantikan Lorenzo di Yamaha

Valentino Rossi menunjukkan wajah cemberut ketika duduk satu meja dengan Marc Marquez jelang MotoGP Qatar. (Crash)
Jorge Lorenzo telah memutuskan pindah ke Ducati Corse pada MotoGP tahun depan. Spekulasi pun kemudian bermunculan mengenai siapa yang akan menjadi rekan setim Valentino Rossi di Movistar Yamaha untuk MotoGP 2017.

Sejumlah nama mulai dikaitkan untuk bergabung dengan Movistar Yamaha. Selain pembalap Suzuki, Maverick Vinales, nama rider Repsol Honda, Marc Marquez kini malah muncul sebagai calon pengganti Lorenzo.

Bukan rahasia lagi bila hubungan Rossi dan Marquez tidak akur, terutama usai insiden di Sirkuit Sepang, MotoGP Malaysia tahun lalu. Meski Marquez mengidolakannya, Rossi tidak mau lagi menganggap pembalap berjuluk The Baby Alien itu sebagai teman. 

Kontrak Marquez dengan Honda sendiri juga bakal habis pada akhir tahun 2016. Rossi sendiri mengakui akan sangat sulit bila memiliki tandem seperti Marquez di Yamaha.

"Akan sangat menarik bertandem dengan Marc (Marquez), dan jelas itu bakal sangat sulit memiliki rekan setim seperti dia," ujar Rossi, seperti dilansir Motorsport.

"Berduet dengan Jorge (Lorenzo) saja sudah cukup berat. Namun, saya tidak peduli siapa tandem saya, karena saya tidak punya andil dalam pemilihan pembalap kedua di Yamaha," kata pembalap asal Italia ini.

Sementara itu, Marquez sendiri menepis rumor ketertarikan hijrah ke Yamaha tahun depan. Sebelumnya, Direktur Pelaksana Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, juga membantah ada hasrat mendatangkan Marquez ke tim Movistar Yamaha.

"Saya hanya pernah dikontak Ducati. Yamaha sempat mendekati saya pada masa silam, namun sekarang tidak. Lin sudah mengatakan itu mustahil," tutur Marquez.

"Saya juga telah memulai pembicaraan dengan Honda, mereka prioritas saya. Mereka (Honda) yang memberi saya kesempatan ke MotoGP, tak logis bila pindah," ujarnya.

Rossi Akhirnya Komentari Keputusan Lorenzo ke Ducati

Rossi Akhirnya Komentari Keputusan Lorenzo ke Ducati
Juara bertahan MotoGP, Jorge Lorenzo, telah membuat keputusan menarik dengan hijrah dari Yamaha ke Ducati. Apa komentar Valentino Rossi?
Tajuk utama media olahraga dunia belakangan menyoroti keputusan Lorenzo untuk hengkang ke pabrikan asal Italia tersebut mulai awal musim 2017 mendatang.
Rossi pernah melakukan keputusan yang sama pada 2011 saat bergabung dengan Ducati usai masa sukses bersama Yamaha. Sayang,rider Italia itu gagal saat putuskan ‘pulang kampung’.
Berbicara soal keputusan Lorenzo ke Ducati, Rossi menilai hal itu tidak akan banyak mengubah situasi yang tengah terjadi saat ini.
"Itu sebuah perubahan yang menarik. Kami menikmati bertahun-tahun masa di Yamaha, kami berdua memenangkan begitu banyak, tapi untuk saya itu tak mengubah apapun," tutur Rossi, seperti dilansir dari La Gazzetta dello Sport.
Membalap bersama Yamaha, Lorenzo berhasil menjadi juara MotoGP sebanyak tiga kali beruntun dalam enam tahun terakhir. Sementara Rossi, yang tak terkalahkan pada era 2000-an awal, masih belum bisa menembus dominasi Lorenzo dan para pembalap Honda. 
The Doctor, julukan Rossi, pun yakin ia masih akan bersaing ketat dengan Lorenzo, meski sang rival sekarang akan hijrah ke Ducati.
"Saya tahu kemampuan Lorenzo sebagai pembalap dan saya pikir dia akan tampil kompetitif dengan Ducati," tambah pembalap 37 tahun itu.
Saat ini, Lorenzo menduduki peringkat dua klasemen pembalap MotoGP dengan berada di belakang andalan Honda, Marc Marquez, dan di depan Rossi.

Rossi Puas Lihat Hasil di FP2 MotoGP Jerez

Rossi Puas Lihat Hasil di FP2 MotoGP Jerez
Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi bisa tersenyum setelah melihat hasil di sesi latihan bebas kedua di MotoGP Jerez, Jumat 23 April 2016. The Doctor finis di posisi 5 dengan catatan waktu 1 menit 40,282 detik.
Raihan Circuito de Jerez ini rupanya sudah membuat Rossi puas. Sebab, ini catatan yang lebih baik dibandingkan tahun lalu, saat dia harus finis di posisi 13.
"Saya cukup puas dengan hari ini, karena saya merasa kompetitif sejak awal. Saya juga punya perasaan yang bagus dengan motor," ujar Rossi seperti dilansir Crash.
Rekan setim Rossi, Jorge Lorenzo berhasil finis di posisi pertama dengan waktu 1 menit 39,555 detik. Di belakangnya, ada pembalap Repsol Honda, Marc Marquez yang terpaut 0,345 detik dari Lorenzo.
"Saya rasa saat ini, pembalap dengan kecepatan terbaik adalah Lorenzo dan Marquez. Mereka selalu sangat cepat. Tapi, saya tak begitu jauh," ucap Rossi.
"Saya merasa baik-baik saja dengan motor. Tahun lalu, saya kesulitan menemukan keseimbangan yang tepat. Sepertinya, tahun ini kami bekerja dengan baik dalam tim dan kami bisa tampil bagus sejak awal," lanjut pembalap asal Italia ini.

Kamis, 21 April 2016

Marquez Luncurkan Buku Komik Perjalanan Hidup


Komik tersebut bercerita tentang karier The Baby Alien mulai dari nol hingga menjadi juara dunia kelas MotoGP musim 2013 dan 2014.

Rider Repsol Honda, Marc Marquez meluncurkan buku komik perjalanan hidupnya. Komik tersebut bercerita tentang karier The Baby Alien mulai dari nol hingga menjadi juara dunia kelas MotoGP musim 2013 dan 2014.

Marquez menghadiri rilis komik tersebut dengan 200 anak-anak. Komik tersebut berjudul, Marc Marquez: The Story of a Dream. Cerita bermula tentang Marquez yang diberi motor bensin pertama sebagai hadiah Natal di usia 4 tahun. Alur cerita berlanjut sisi lain kehidupan Marquez yang jarang diketahui publik.

Komik ini didesain untuk semua umur. Inti cerita tersebut adalah, menanamkan nilai-nilai kerja keras dan semangat pantang menyerah kepada anak -anak untuk mencapai cita-cita. Dalam komik tersebut juga mengungkap pertemuan pertama antara Marquez dengan tim pabrikan Repsol Honda pada 2008 lalu.

Marquez mulai membalap di kelas 125cc atau Moto3 pada 2008 hingga 2010. Di kelas tersebut, dia tampil menjadi juara dunia 2010 sebelum naik kelas ke Moto2 membela tim Suter-Honda.

"Komik ini fokus pada masa kecil, dan ini menjadi dasar di mana setiap proyek dimulai. Ketika kecil, Anda mengambil langkah pertama. Dalam kasus saya, saya menemukan motor yang menjadi impian," ujar Marquez dalam peluncuran komik tersebut sebagaimana dilansir dari situs MotoGP.

"Terima kasih kepada keluarga, saya bisa mewujudkan mimpi dan menjadi juara dunia. Semoga,orang yang membaca komik ini mampu menginspirasi mereka," sambung pembalap 23 tahun ini.

Menurut Marquez ada empat sampai lima momen yang menandai karier pembalap, terutama di awal dan dituangkan dalam cerita komik. "Komik ini juga bercerita tentang kehidupan saya di mana banyak orang belum mengetahuinya."

Pindah ke Ducati, Lorenzo Balas Komentar Rossi Lewat Merchandise Anyar

Pindah ke Ducati Lorenzo Balas Komentar Rossi Lewat Merchandise Anyar

Keputusan Jorge Lorenzo pindah ke Ducati membuat pendukungnya langsung bersukacita. Selang dua hari setelah ia resmi meninggalkan Yamaha, muncul dukungan untuk pembalap Spanyol membalas komentar Valentino Rossi dalam bentukmerchandise anyar.

Lorenzo resmi menerima pinangan Ducati pada Senin (18/4/2016) dan akan berseragam merah khas tim asal Italia mulai musim depan. Ia meninggalkan Yamaha yang sudah dibelanya dan diberi tiga trofi juara sejak 2008.

Keputusan Lorenzo hijrah juga membuktikannya bisa menjawab tantangan Rossi. Beberapa waktu lalu, rekan setim yang juga rival beratnya mengatakan cuma pembalap bernyali yang mau pindah ke Ducati.

setelah Lorenzo memastikan diri jadi pembalap Ducati, muncul merchandiseyang tulisannya menyindir komentar The Doctor. Seperti dikutip Marca, Rabu (20/4/2016), website toko merchandise motor, motorfire.com merilis merchandise anyar untuk Lorenzo di tim Ducati. 

Merchandise berupa kaos oblong berwarna hitam diberi tulisan "Ducati, for rider with cojones" atau berarti "Ducati, untuk pembalap dengan kejantanan"Cojones adalah kata dari bahasa Spanyol yang berarti buah zakar atau yang sering diartikan sebagai lambang kejantanan pria.

Tak cuma tulisan itu yang terpampang, kaos juga menampilkan gambar helm ala spartan yang jadi simbol kedua pendukung Lorenzo. Selain itu, tambahan setrip berwarna hijau putih merah khas bendera Italia terlihat di antara gambar helm dan tulisan.

Ada enam pilihan warna untuk kaos tersebut. Situs motorfire.com menjualnya dengan harga 21 poundsterling atau sekitar Rp397 ribu. Anda berminat?

Setelah Lorenzo, Ducati Akan Rekrut Marc Marquez

Setelah Lorenzo Ducati Akan Rekrut Marc Marquez

Hasrat Ducati untuk menyatukan dua pembalap Spanyol, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, di atas pelana Desmosedici bukan isapan jempol. Setelah sukses mendapat jasa Lorenzo, Ducati bersiap merekrut Marquez. 

Teka-teki siapa pendamping Lorenzo musim depan bersama Ducati nampaknya menjadi spekulasi setelah sang pembalap resmi bergabung akhir musim ini. Alih-alih jatuh pada Andrea Dovizioso - Andera Iannone, tim asal Italia mengkonfirmasi tengah dalam pembicaraan serius dengan Marquez. 

"Tahun ini, semua pembalap (dalam daftar kandidat rekan Lorenzo -red) sudah habis kontrak. Kami belum memutuskan apa-apa soal Iannone dan Dovizioso, karena prioritas kami adalah untuk menyelesaikan kontrak dengan Lorenzo," kata direktur Ducati Sport, Paolo Ciabatti, dikutip La Gazzetta, Selasa (19/4/2016). 

"Kita tidak bisa melupakan bahwa Marquez adalah pembalap yang sangat cepat. Kami tengah dalam pembicaraan dengannya," terang Ciabatti.

Kendati demikian, Ducati mengaku ingin melihat penampilan Iannone dan Dovizioso sambil menunggu respon Marquez untuk meninggalkan Honda di akhir musim. Honda sendiri, dalam banyak kesempatan menyebut akan mempertahankan duet Marquez bersama Dani Pedrosa di tim Repsol Honda.