Kamis, 21 April 2016

Iannone atau Dovizioso, Ducati Pilih Siapa?

Iannone atau Dovizioso, Ducati Pilih Siapa?
Kontrak yang disepakati dengan Jorge Lorenzo menghadirkan situasi sulit untuk Ducati. Mereka harus memilih antara Andrea Iannone atau Andrea Dovizioso.

Ducati menjawab speskulasi yang sudah merebak luas beberapa pekan terakhir dengan mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan Jorge Lorenzo. Pabrikan asal Italia itu mengontrak sang juara dunia untuk dua musim, 2017 dan 2018.

Kedatangan Lorenzo akan mendepak salah satu rider yang kini dipunya Ducati. Siapa yang akan dipilih antara Iannone dan Dovizioso? Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti, menyebut dirinya dihadapkan pada pilihan yang sulit.

"Kami belum memutuskan apapun soal hal itu, prioritas kami sekarang adalah menuntaskan kesepakatan (dengan Lorenzo). Saya sudah menuntaskannya beberapa hari lalu dan mengumumkannya sekarang. Sekarang kami akan butuh waktu untuk memilih di antara dua Andrea yang akan bertahan di tim," ucap Ciabatti.

"Itu keputusan yang tidak menyenangkan karena keduanya pebalap spesial dan sudah bersama kami selama dua tahun. Itu tidak akan menjadi pilihan yang mudah, tapi kami akan putuskan siapa yang lebih baik untuk tim ini di 2017," lanjut dia dalam wawancara dengan AS.

Iannone saat ini berusia 26 tahun. Sudah terjun di kelas MotoGP sejak 2013 dia tercatat sudah menjalani 52 balapan, belum pernah menang, 3 kali naik podium dan sekali merebut pole position.

Sementara Dovizioso berusia empat tahun lebih tua. Tengah menjalani musimnya yang kesembilan di MotoGP, dia sudah menjalani 142 balapan, meraih satu kemenangan, 29 kali naik podium, plus merebut tigapole position.

"Kami akan berbicara dengan mereka dan menjelaskan harapan kami, jadi saya pikir itu akan profesional. Dan fakta bahwa hanya tinggal satu tempat tersisa di 2017 tidak akan memengaruhi taktik kami di balapan (musim ini)," tegas Ciabatti.
(din/nds)

Pedrosa Minta Pemakaian Sayap Tambahan Dihentikan

MotoGP 2016 Amerika Honda Marc Marquez Ducati Andrea Dovizioso winglet sayap tambahan
Austin – Pembalap Honda Dani Pedrosa menyerukan untuk melarang pemakaian sayap tambahan di fairing motor MotoGP, menyusul tabrakan yang terjadi antara dirinya dengan Andrea Dovizioso di GP Amerika, Austin, Texas (10/4).
Winglet atau sayap tambahan yang membantu aerodinamika sedang tren di MotoGP. Setelah tim Ducati menerapkannya tahun lalu, musim ini diikuti Yamaha dan Honda.
Peranti yang dapat meningkatkan downforce (daya tekan) itu, telah menjadi fokus utama untuk pengembangan di MotoGP musim ini.

Namun perangkat itu mendapat kritikan. Valentino Rossi menolak dengan menyebutnya ‘jelek’, meskipun akhirnya ia ikut pakai winglet di GP Amerika kemarin.
Pembalap tim LCR Honda Cal Crutchlow menyerukan kekhawatirannya karena berpotensi pembalap lain ‘kesayat’ oleh winglet di Qatar.
Di Austin, Pedrosa yang mengalami kecelakaan di tikungan 1 dan menabrak motor Dovizioso, kemudian berbicara menentang tren ini.

Ia mengatakan beruntung sayap motor Hondanya tidak cukup besar untuk menyebabkan kerusakan yang signifikan. "Untungnya (Dovizioso) baik-baik saja, karena dampaknya sangat keras, dan untungnya sayap saya tidak terlalu besar," kata Pedrosa.
"Pendapat pribadi saya, kita harus menghentikan pemakaian sayap tambahan untuk alasan keamanan. Di Argentina kita melihat bagaimana winglet Andrea (Iannone) memotong on-board camera Marc (Marquez) - dan itu cukup kuat,” urainya

"Jika itu bisa merusaknya, bisa jauh lebih buruk jika mengenai tubuh,” lanjut pembalap asal Spanyol itu.

"Ini harus dihentikan untuk alasan keamanan, karena sayap yang sangat besar dan mereka memiliki profil yang sangat berbahaya,” terang Pedrosa.
Bulan lalu, telah diputuskan sayap di Moto2 segera dilarang, di Moto3 dibuat bertaha pada akhir tahun ini.

Lorenzo Resmi ke Ducati, Gajinya Lebih Besar

Jorge Lorenzo kini resmi akan bernaung bersama Ducati Factory untuk MotoGP 2017 dan 2018. Kabar ini disampaikan langsung oleh Movistar Yamaha, Senin (18/4). 

Sejak bergabung dengan pabrikan Yamaha di musim 2008, Jorge Lorenzo memang belum pernah pindah tim. Ia pun sudah membungkus tiga gelar juara dunia yang diraih di musim 2010, 2012, dan 2015 bersama tim berlambang garpu tala.  

Kabar beredar bahwa sebenarnya Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi diberikan kontrak baru di saat yang bersamaan, saat di MotoGP Qatar Maret lalu. Namun, hanya Valentino Rossi yang langsung 'mengiyakan, kontrak tersebut, sedangkan Jorge Lorenzo butuh waktu untuk pertimbangan. 

Dari info yang dihimpun, 'Por Fuera' akan mendapatkan gaji yang jauh lebih besar dibandingkan yang diberikan Yamaha. Jelas, Jorge Lorenzo sudah mempunyai tiga gelar juara dunia. Berbeda dengan Andrea Iannone atau Andrea Dovizioso, bahkan dengan Casey Stoner yang belum punya gelar MotoGP ketika masuk ke Ducati. 

Hanya Nicky Hayden dan Valentino Rossi pembalap dengan gelar juara dunia MotoGP yang dikontrak Ducati dalam 10 tahun terakhir. 

Lalu siapa pembalap pengganti Jorge Lorenzo di Yamaha? Saat ini nama Maverick Vinales dari Suzuki Ecstar yang paling mencuat untuk mengambil alih sadel Yamaha YZR-M1. Lalu dengan hijrahnya Lorenzo ke Ducati, siapa yah yang akan pergi? Iannone? Atau Dovizioso? (otomotifnet.com)

Lorenzo Pembalap Termahal? Ini Daftar Gaji Pembalap MotoGP


Eropa – Menyusul kabar pindahnya Jorge Lorenzo dari tim Yamaha ke Ducati, media Italia Gazzetta dello Sport mengklaim Lorenzo menjadi pembalap termahal. Benarkah begitu?
MotoGP salah satu olahraga balap profesional yang ditonton di seluruh dunia dan memiliki jutaan penggemar. Namun tidak diketahui secara pasti berapa bayaran yang diterima pembalap setiap lomba atau gaji berdasarkan kontrak.
Valentino Rossi sering masuk terdaftar di antara atlet bayaran tertinggi dunia menurut Majalah Forbes.    
Namun Rossi bakal disalip Lorenzo yang dibayar oleh Ducati sebesar 25 juta euro atau sekitar Rp 370 miliar untuk dua musim balapan (2017 dan 2018).
Apa benar juara dunia MotoGP tiga kali itu nanti akan jadi pembalap termahal seperti diklaim media Italia tadi?
Berikut ini daftar gaji pembalap MotoGP 2016 (dalam rupiah) yang dihimpun dari berbagai sumber seperti Forbes, Guardian, BBC dan CNN. Gaji per tahun ini di luar pendapatan lain. (otomotifnet.com)
1. Valentino Rossi (Yamaha)            130 miliar
2. Marc Marquez (Repsol Honda)        130 miliar  
3. Jorge Lorenzo (Yamaha)            84,5 miliar  
4. Dani Pedrosa (Repsol Honda)        32,5 miliar  
5. Andrea Dovizioso (Ducati)            13 miliar  
6. Cal Crutchlow (LCR Honda)            13 miliar
7. Aleix Espargaro (Suzuki)            11,7 miliar  
8. Alvaro Bautista (Aprilia Gresini)    11,7    miliar  
9. Andrea Iannone (Ducati)            11,05 miliar  
10. Pol Espargaro (Monster Yamaha)        11,05 miliar  
11. Bradley Smith (Monster Yamaha)        11,05 miliar
12. Danilo Petrucci (Pramac)            8,45 miliar  
13. Maverick Vinales (Suzuki)            7,02 miliar  
14. Scott Redding (Pramac)            6,5 miliar  
15. Yonny Hernadez (Aspar Ducati)        6,5 miliar
16. Hector Barbera (Avintia Ducati)     5,46 miliar
17. Loris Baz (Avintia Ducati)        4,55 miliar
18. Stefan Bradl (Aprilia Gresini)        3,9 miliar  
19. Eugene Laverty (Aspar Ducati)        3,9 miliar  
20. Jack Miller (Mark VDS Honda)        3,9 miliar  
21. Tito Rabat (Mark VDS Honda)        2,86 miliar

Rossi Masih Kesal Jatuh di MotoGP Austin

Valentino Rossi saat berada di kokpit (GETTY IMAGES / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)
Valentino Rossi masih kesal atas kegagalannya meraih poin di MotoGP Austin, Texas, Amerika Selatan, 10 April silam. Pada balapan tersebut, Rossi gagal meraih poin karena terjatuh di lap ketiga.

Kegagalan di Austin membuat pembalap Movistar Yamaha itu tertinggal 33 poin dari Marc Marquez yang berada di puncak klasemen. Saat ini,  Rossi berada di posisi ketiga dengan mengemas 33 poin.

"Saya tidak beruntung saat balapan di Austin. Padahal saya mempunyai catatan yang baik saat sesi latihan bebas dan kualifikasi. Motor dan ban Michelins juga bagus. Tapi sayangnya, Austin selalu menjadi lintasan yang sulit untuk saya," katanya, dikutip dari situs resmi MotoGP.

Tak mau berlarut dengan kegagalannya, Rossi coba mengilangkan insiden yang menimpanya di Austin. Dia menatap balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan ini.

"Sekarang saya senang sudah ada di Eropa. Jujur saja, saya sangat menyukai trek di Jerez," ujar pembalap berusia 37 tahun tersebut.

Rossi sudah enam tahun terakhir tak juara di Sirkuit Jerez. Namun demikian, rider asal Italia itu sudah lima kali naik podium pertama di Sirkuit Jerez pada kelas MotoGP, yakni 2009, 2007, 2005, 2003, dan 2002.

Mantan pembalap Ducati itu sudah siap balapan di Sirkuit Jerez. "Kami harus bekerja dengan baik, seperti pada seri pertama. Kami juga harus bisa mencari setingan terbaik pada ban agar bisa naik podium," kata Rossi.

Jumat, 15 April 2016

Lorenzo Gabung, Dovizioso Pede Dipertahankan Ducati

Andrea Dovizioso harus kecewa kehilangan kesempatan untuk podium (GETTY IMAGES / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, mengklaim akan dipertahankan timnya dengan perpanjangan kontrak hingga musim depan. Dovizioso menyatakan ini di tengah meningkatnya kemungkinan Ducati akan memikat juara dunia Jorge Lorenzo

Pengumuman Lorenzo akan pindah dari Yamaha ke Ducati tahun depan diharapkan sudah dilakukan sebelum balapan di Jerez akhir pekan depan.

Rencana kepindahan Lorenzo membuat Dovizioso dan rekannya Andrea Iannone terpaksa saling bersaing untuk mengisi posisi di tim. Dan, salah satunya terpaksa harus memberikan jalan bagi juara dunia tiga kali.

"Jika mereka memilih saya, itu karena mereka setuju dengan alasan saya, dan metode kerja saya," kata Dovizioso kepada La Gazzetta della Sport.

Namun,  Dovizioso tak merasa khawatir jika timnya membuat keputusan berbeda. Ia akan tetap bersikap tenang Jika Ducati tak memilihnya.

"Yang pasti mereka tahu aku seorang profesional dan saya tidak keluar dari pikiran saya, dan mereka membayangkan apa yang bisa saya berikan," tambahnya.

Dovizioso bergabung dengan Ducati di musim 2013. Itu bertepatan dengan hengkangnya Valentino Rossi dari Ducati dan kembali ke Yamaha Factory Racing.

Mulai Tertinggal dari Marquez, Lorenzo Peringatkan Yamaha

Jorge Lorenzo dibayangi Marc Marquez di seri terakhir MotoGP 2015 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, (8/11/2015). Jorge Lorenzo memastikan gelar juara dunia 2015 di sini. (AFP Photo/Jose Jordan)

Rider Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, meminta timnya menunjukkan ambisi mempertahankan gelar juara dunia MotoGP. Lorenzo mengakui, Yamaha perlu memperbaiki sejumlah elemen bila tidak ingin semakin ketinggalan dari Repsol Honda. 

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, memimpin klasemen sementara kejuaraan dunai MotoGP 2016 dengan koleksi 66 poin. Lorenzo berada di peringkat kedua dengan 45 poin atau tertinggal  21 poin dari Marquez.

Lorenzo mampu memenangi balapan pembuka tahun ini di MotoGP Qatar, tapi gagal finis di MotoGP Argentina. Namun, Lorenzo mampu menaiki podium kedua kala balapan MotoGP Austin, Amerika Serikat akhir pekan lalu. 

"Semua tergantung pada ambisi Yamaha memperbaiki performa. Yamaha mesti memperlihatkan gairah dan ambisi sepanjang musim untuk tampil seperti Honda," ujar Lorenzo, seperti dilansir Marca. 

"Bila Yamaha bisa memperbaiki perangkat elektronik dan menghilangkan sejumlah kelemahan yang mash ada, kami pasti dapat mengejar ketertinggalan poin saat balapan di Eropa," kata pembalap berjuluk X-Fuera ini. 

Balapan berikutnya akan digelar di Spanyol, tepatnya MotoGP Jerez pada 22-24 April 2016. Lorenzo berharap adaptasi dengan ban Michelin dan perangkat elektronik berjalan lebih baik sehingga motornya dapat maksimal memenangi MotoGP Jerez. 

"Kami bisa mempersulit rival bila performa terus diperbaiki. Honda buruk ketika pramusim dan pada balapan perdana, tapi perlahan mulai meningkat hingga sekarang. Saya berharap kami tidak hanya diam karena perlu perbaikan pada motor," paparnya.

Sumber:http://bola.liputan6.com/read/2482936/mulai-tertinggal-dari-marquez-lorenzo-peringatkan-yamaha