Jumat, 01 April 2016

Rossi: Akan Sulit Mengulang Prestasi Tahun Lalu di Argentina


Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, gagal naik podium pada seri pertama MotoGP 2016 di Qatar, Minggu (20/3/2016). Rossi finis di urutan keempat.

Hasil tersebut memutus rangkaian selalu naik podium yang dicatat Rossi pada tiga balapan di Qatar sebelumnya. Setelah finis di urutan kedua pada 2013 dan 2014, Rossi finis pertama pada 2015.

"Di Qatar, saya tidak bisa naik podium, tetapi itu adalah balapan yang bagus. Kami bekerja dengan baik sepanjang akhir pekan," kata Rossi.

Rossi akan bersaing dengan pebalap lain pada GP Argentina di Autodromo Termas de Rio Hondo, 1-3 April.

"Saya sangat senang pergi ke Argentina. Di sini, saya punya banyak fans dan selalu menyenangkan bisa merasakan perhatian dan semangat mereka," ujar pebalap 37 tahun tersebut.

Rossi menang secara dramatis untuk kali pertama di sirkuit ini pada 2015 setelah sempat bersaing ketat dengan Marc Marquez. Pebalap Repsol Honda tersebut akhirnya gagal finis setelah terjatuh ketika balapan tersisa dua putaran.

"Saya punya kenangan-kenangan indah di sini. Tahun lalu merupakan balapan yang luar biasa. Akan sulit untuk mengulang hasil yang sama, tetapi akan kami coba," ujarnya menambahkan.

Pada balapan perdana GP Argentina (2014), Rossi belum bisa naik podium setelah finis di urutan keempat.

"Di Argentina, kami harus melakukan hal yang sama (seperti di Qatar), tetapi harus lebih baik saat balapan dan berusaha mendapatkan podium. Saya sangat suka lintasan di Termas dan akan mencoba yang terbaik," kata Rossi.

Pebalap Italia tersebut sudah menandatangani kontrak baru bersama Yamaha. Dia akan bertahan di tim pabrikan asal Jepang tersebut pada akhir 2018.

Bos Yamaha Tech3: Marquez adalah Gunung Api di MotoGP


MotoGP 2015 bukan musim terbaik bagi pebalap Repsol Honda, Marc Marquez. Setelah enam kali gagal finis, Marquez menutup musim dengan berada di peringkat ketiga klasemen akhir.

Meski begitu, bagi bos tim MotoGP Monster Yamaha Tech3, Herve Poncharal, Marquez tetap jadi pebalap terbaik. Menurut dia, pebalap 22 tahun tersebut merupakan gunung api di MotoGP.

"Marquez adalah duta terbaik untuk MotoGP kerena dia merupakan gunung api! Luar biasa. Saya senang melihat Marc balapan, dan menurut saya, dia punya efek besar pada olahraga ini," kata Poncharal kepada Crash.net.

"Buat saya, Marquez tetap pebalap paling menarik untuk ditonton. Dia adalah tipe pebalap yang ingin saya tonton karena semuanya lebih dari biasanya. Namun, ini yang kita suka," kata Poncharal.

Menurut pria Prancis tersebut, Marquez dan Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) sama-sama cepat. Namum, keduanya memiliki cara yang berbeda untuk mengembangkan kemampuan.

"Melihat Jorge, jika tidak memegang stopwatch, kamu akan berpikir dia sedang memanaskan ban! Namun, ketika kamu melihat Marc, kamu berkata 'sial'!" ujar Poncharal.

"Sitiap tikungan dia sepertinya akan mengalami kecelakaan. Kamu akan berpikir tidak ada di dunia ini yang bisa lebih cepat dari Marquez," katanya menambahkan.

Poncharal juga mengaku senang melihat gaya balap Lorenzo yang bersih dan dengan kemampuan teknik bagus. Meski begitu, menurut dia, hanya para ahli yang bisa menghargai hal tersebut.

"Namun, Marc -meskipun orang berusia 75 tahun dan tidak pernah naik motor- bisa melihat aksinya di TV dan berkata 'wow'!" kata Poncharal.

Pada musim 2015, Marquez enam kali gagal finis karena terjatuh. Angka ini lebih banyak dari jumah kemenangan yang dia raih, yiatu lima kali.

"Seperti yang dikatakan Marc, dia belajar dari kesalahan. Sebenarnya, saya tidak yakin karena setelah beberapa kali jatuh, dia berkata 'saya telah belajar', tetapi pada balapan berikutnya atau beberapa balapan setelah itu, dia jatuh lagi!" kata Poncharal disertai senyum.

"Menurut saya, para pebalap di posisi satu-dua-tiga (Lorenzo, Rossi, dan Marquez) jelas yang terbaik, paling cepat, dan paling menarik untuk ditonton," ucapnya menambahkan.

Marquez dan Lorenzo Tanggapi Cemooh Penonton di Qatar

Pebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez (kanan), bercanda dengan pebalap Movistar Yamaha asal Spanyol, Jorge Lorenzo, pada konferensi pers jelang GP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Kamis (31/3/2016).

TERMAS DE RIO HONDO, KOMPAS.com - Teriakan bernada ejekan terdengar dari tempat penonton saat balapan GP Qatar berlangsung di Sirkuit Losail, Minggu (20/3/2016). Hal ini merupakan kelanjutan dari panasnya persaingan musim lalu.

Pebalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, yang berhasil finis di urutan pertama beberapa kali melakukan gerakan mengunci mulutnya sebagai tanggapan atas teriakan cemooh para penonton.

"Well, menurut saya, kami tidak melakukan kesalahan pada beberapa bulan terakhir. Kami hanya berkonsetrasi supaya bisa membalap dengan sangat cepat," kata Lorenzo kepada media dalam konferensi pers jelang GP Argentina, Kamis (31/3/2016).

Musim lalu, Lorenzo dan rekan satu timnya, Valentino Rossi, bersaing ketat dalam perebutan gelar juara dunia. Persaingan makin panas ketika Rossi menuduh Marc Marquez (Repsol Honda) dengan sengaja membantu Lorenzo.

"Saya akhirnya menjadi juara dunia. Marc mencoba melakukan yang terbaik pada 2015 dan mengawali musim seperti saya, mencoba profesional, berusaha menjadi yang terbaik di lintasan, dan kami mempertaruhkan nyawa dalam proses tersebut," kata Lorenzo.

"Jadi, saya tidak tahu apa kesalahan kami. Hanya karena menjadi sangat cepat dan mengalahkan pebalap lain, begitu?" ujar Lorenzo lagi.

Perselisihan antara ketiga pebalap tersebut semakin memuncak ketika Marquez terjatuh pada balapan GP Malaysia setelah bersenggolan dengan Rossi.

Rossi dikenai penalti tiga poin dan imbasnya dia harus memulai balapan terakhir di Valencia dari posisi start paling belakang. Pebalap berjulukan The Doctor tersebut akhirnya kalah dari Lorenzo dalam persaingan menjadi juara dunia.

Marquez juga merasakan efek perselisihan pada musim lalu tersebut. Menurut dia, teriakan cemooh dari penonton merupakan hal yang biasa dan harus dihadapi.

"Menurut saya, ini sesuatu yang contohnya terjadi di sepak bola dan saya tidak suka. Tentu saja saya tidak senang ini terjadi di MotoGP dan jika itu menentang saya," aku Marquez.

"Namun, pada akhirnya ini merupakan sesuatu yang akan menjadi hal biasa. Jadi, kami harus beradaptasi," katanya menambahkan.

Pebalap 23 tahun tersebut juga menegaskan bahwa siapa pun yang jadi idola para penonton, pada akhirnya balapan yang menarik jadi sesuatu yang lebih penting.

"Menurut saya, semua orang menikmati balapan di Qatar. Saya menikmati berada di lintasan. Saya senang dengan hasil balapan dan akan mencoba mengulangnya di sini," kata pebalap Spanyol tersebut.

Rossi yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut memilih menolak memberi komentar seputar hal ini. Dia hanya menjawab singkat, "Saya tidak tahu."

Lorenzo dan Marquez juga membantah rumor bahwa mereka tidak keluar dari hotel selama berada di Argentina karena alasan keselamatan.

"Tidak, tidak, tidak," jawab Lorenzo. "Saya tidak takut, dan jika saya tidak keluar dari hotel itu karena saya berlatih dan bersantai sebelum balapan."



Marc Marquez: Di Argentina, Saya Selalu Cepat


TERMAS DE RIO HONDO, KOMPAS.com - Setelah hasil tes pramusim yang tidak menjanjikan, Marc Marquez berhasil menutup seri pertama MotoGP 2016 di Sirkuit Losail, Qatar, dengan finis di urutan ketiga, Minggu (20/3/2016).

GP Qatar merupakan balapan perdana rider Repsol Honda tersebut memakai ban Mchelin. Produsen ban asal Prancis tersebut kembali ke MotoGP pada 2016 sebagai penyuplai tunggal.

Michelin pernah menjadi penyuplai ban MotoGP bersamaan dengan Bridgestone. Michelin meninggalkan MotoGP pada 2008 dan sejak itu Bridgstone menjadi penyuplai tunggal hingga 2015. 

Akhir pekan ini, GP Argentina jadi tantangan berikutnya. Bukan hanya Marquez, bagi seluruh pebalap ini akan jadi pengalaman perdana mereka menjelajahi Autodromo Termas de Rio Hondo dengan ban Michelin.

"Kami datang ke Argentina dengan semangat positif setelah finis di urutan ketiga di Qatar, hasil yang sebenarnya tidak diprediksi ketika musim belum berjalan," kata Marquez.

Marquez dan timnya harus bekerja keras sepanjang akhir pekan untuk mendapatkan setelan motor terbaik. Hasilnya, ketika balapan Marquez bisa memaksimalkan kinerja motor dan meraih hasil bagus.

Marquez berharap setelan motor di Qatar tersebut bisa berfungsi baik saat dia menjelajahi Autodromo Termas de Rio Hondo pada 1-3 April.

"Benar bahwa kami tidak melakukan tes di sini sebagai pertimbangan. Kami harus melihat apakah setelan yang kami dapatkan di Qatar akan berhasil juga di sini," ujar pebalap 23 tahun tersebut.

"Semua masih tanda tanya hingga Jumat (latihan bebas). Namun, Argentina adalah sirkuit yang saya suka. Kami selalu cepat di sini, jadi saya merasa positif untuk akhir pekan ini," ucap Marquez.

Marquez finis pertama pada balapan perdana di Argentina (2014). Namun, tahun lalu dia gagal finis setelah terjatuh ketika balapan menyisakan dua putaran. Marquez terjatuh ketika bersaing dengan Valentino Rossi dalam perebutan tempat pertama.

Senin, 21 Maret 2016

Klasemen Sementara MotoGP 2016 Usai Seri Qatar


Runner-up Dovizioso salutes 'much better' GP16
Setelah sukses memenangi MotoGP Qatar, Minggu (20/3) waktu setempat, pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Jorge Lorenzosukses memuncaki klasemen sementara pebalap dengan 25 poin. Sang juara dunia bertahan inipun diikuti oleh pebalap tim pabrikan Ducati Corse, Andrea Dovizioso di peringkat kedua dengan 20 poin dan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez di peringkat ketiga dengan 16 poin.

Sementara itu peringkat keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh pebalap Movistar Yamaha MotoGP lainnya, Valentino Rossi dengan 13 poin dan pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa dengan 11 poin.

Klasemen sementara MotoGP 2016 Usai Seri Qatar:
1. Jorge LORENZO - Yamaha - 25 poin
2. Andrea DOVIZIOSO - Ducati - 20 poin
3. Marc MARQUEZ - Honda - 16 poin
4. Valentino ROSSI - Yamaha - 13 poin
5. Dani PEDROSA - Honda - 11 poin
6. Maverick VIÑALES - Suzuki - 10 poin
7. Pol ESPARGARO - Yamaha - 9 poin
8. Bradley SMITH - Yamaha - 8 poin
9. Hector BARBERA - Ducati - 7 poin
10. Scott REDDING - Ducati - 6 poin
11. Aleix ESPARGARO - Suzuki - 5 poin
12. Eugene LAVERTY - Ducati - 4 poin
13. Alvaro BAUTISTA - Aprilia - 3 poin
14. Jack MILLER - Honda - 2 poin
15. Tito RABAT - Honda - 1 poin (mgp/kny)

Kunci Marquez Asapi Rossi di MotoGP Qatar Meski Motor Honda Masih Bermasalah

Persaingan ketat terjadi antara Marc Marquez (kanan) dan Valentino Rossi pada balapan MotoGP Qatar di Sirkuit Losail, Senin (21/3/2016) dini hari WIB. (AFP/Karim Jaafar)

Pembalap Honda Repsol, Marc Marquez berhasil merebut podium ketiga saat ikuti MotoGP Qatar yang berlangsung di Sirkuit Losail, Senin (21/3/2016). Marquez berhasil asapi pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi yang gagal rebut podium dan tertahan di posisi empat.

Meski start di posisi dua, Marquez sejak awal tak menyangka bisa merebut podium. Dia malah memprediksi hanya bisa merebut posisi empat di MotoGP Qatar. Dia membidik menang di Sirkuit Rio Hondo Argentina pada seri berikutnya.

Marquez tatap peluang saat Andrea Iannone terjatuh. Dia bahkan membidik posisi dua yang direbut Andrea Dovizioso. Pembalap Honda ini sempat 'menyerang' di lap-lap akhir tapi dia malah melebar. Ini membuat Dovizioso merangsek lagi rebut posisi dua.

Sedangkan Rossi sejak awal memang tak bisa berkutik. Dia tertahan di posisi empat sejak lap ke-6 sebelum akhirnya Iannone terjatuh di lap ke-22.

"Saya awalnya berpikir hanya finis di posisi empat karena saya melihat perbedaan waktu dengan Dani Pedrosa cukup besar. Saya lalu bilang," oke, saya finis keempat dan saya rebut kemenangan di Argentina. Tapi setelah di balapan, saya bilang," saya akan coba finis posisi dua," katanya seperti dikutip crash.

"Tes di musim dingin sangat mengecewakan buat kami karena selalu tertinggal hampir satu detik dari pembalap lain. Saya sedikit khawatir. Namun, kami tak pernah menyerah, kami bekerja keras dan tahu banyak masalah harus diperbaiki," ujarnya.

Gaya Balap Agresif Marc Marquez Tetap Warnai MotoGP 2016

Marc Marquez dan Valentino Rossi

Rider Repsol Honda, Marc Marquez, percaya diri tetap bisa memakai gaya balap agresifnya selama MotoGP 2016. Sebelumnya, Marquez sempat bermasalah dengan ban yang menghambat gaya membalapnya.  

Pembalap berjuluk The Baby Alien ini akan memulai balapan perdana MotoGP 2016 di Sirkuit Losail, Qatar,  di urutan kedua. Marquez juga tampil cukup menjanjikan selama latihan bebas di Qatar, setelah sempat bermasalah pada tes pramusim.

Dengan motor RC213V yang dikendarainya, Marquez menunjukkan bahwa tahun ini dia masih berpotensi menjadi juara dunia MotoGP untuk ketiga kalinya. Dia percaya seandainya timnya tidak membuat salah perhitungan, hasil lebih bisa saat kualifikasi bisa dicapai. 

"Saya pikir saya menempati pole position karena saya melihat catatan waktu di dahsboard, tapi tidak masalah memulai balapan di urutan kedua," kata Marquez, seperti dilansir Crash, Minggu (20/3/2016).  

"Kami menyelesaikan segalanya dengan latihan, saya memiliki momen besar dan kami harus mengecek apa masalahnya, karena ini tidak boleh terjadi dalam balapan, sebab akan menjadi benar-benar berbahaya," ucapnya. 

Setelah berbagai penanganan pada motornya, Marquez siap beraksi dengan gaya balapnya, mencocokkan dengan ban Michelin. Untuk pertama kalinya dalam tahun ini, Marquez mengaku cukup yakin bisa menggunakan gaya membalapnya, meski itu bukan cara yang paling aman untuk balapan. 

"Dalam pramusim, saya lebih lembut, mencoba memahami ban dan semuanya bekerja baik, dengan motor baru begitu juga dengan mesin baru," ucap pembalap berusia 23 tahun ini.